PENDAHULUAN
Latar Belakang
Memasuki era globalisasi setiap individu dituntut untuk mempersiapkan sumber daya yang handal, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pengetahuan yang mumpuni, praktis diperlukan sehingga dapat menguasai teknologi dengan baik, sekaligus dapat memanfaatkannya dalam menghadapi tuntutan dunia global yang syarat dengan persaingan. Di sinilah peranan bahasa Inggris sangat diperlukan, baik dalam menguasai teknologi komunikasi maupun dalam berinteraksi secara langsung. Tak pelak,sebagai sarana komunikasi global, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Terlebih lagi perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kita untuk lebih proaktif dalam menanggapi arus informasi global sebagai aset dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Sejatinya sebagai bahasa pergaulan dunia, bahasa Inggris bukan hanya sebagai kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa, melainkan juga sebagai media komunikasi global. Namun, fakta berkata lain, kemampuan bahasa Inggris rata- rata orang Indonesia masih sangat rendah. Terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan swasta bahasa Inggris English First (EF) yang melansir English Proficiency Index (EPI) pada bulan Maret 2011 lalu EF EPI adalah indeks pertama yang membandingkan kemampuan berbahasa Inggris orang dewasa di berbagai negara. Indeks ini menggunakan data uji unik (metodologi khusus) pada lebih dari dua juta orang di 44 negara yang menggunakan tes gratis secara online selama kurun waktu tiga tahun (2007-2009). Dalam data tersebut terungkap bahwa Indonesia berada di tingkat 34 dari 44 negara. Adapun di negara-negara tersebut, bahasa Inggris bukan merupakan bahasa ibu atau bahasa pertama yang digunakan.
Tampak negara tetangga—Malaysia— berada jauh di atas Indonesia, yang menempati peringkat 9.Adapun peringkat satu ditempati Norwegia. Negara di bawah Indonesia, di antaranya Ekuador, Cile, Vietnam, dan Thailand. Ironis memang, padahal bahasa Inggris memegang peranan penting dalam percaturan bisnis dan ekonomi di dunia. Berbagai masalah yang menyebabkan seseorang tidak bisa terampil untuk berbahasa inggris yaitu dikarenakan Confident speaking atau berbicara dengan percaya diri atau PeDe adalah kemampuan berbicara panjang tanpa rasa takut salah dalam menguraikan ide fikiran, gagasan dan informasi. Hasriati (2011) menemukan masalah ketidakmampuan mencapai tahap Confidence Speaking adalah tidak bisa mengingat kosakata dalam berbicara dan tidak mampu menyusun kata–kata menjadi kalimat yang benar dan bermakna, sehingga proses berkomunikasi berubah menjadi kaku dan tidak percaya (PeDe). Priyatno (2000), Parilah Shah (2000), Minah and Wong Fook (2000) dan Hasriati (2011) mengatakan kelupaan kosa-kata dan ketidakmampuan menyusun kosa-kata dalam kalimat disebabkan tidak terlatih berbicara panjang dalam bentuk menguraikan, memaparkan gagasan dan menyampaikan informasi. Dari kuisioner sampel Hasriati (2011) juga menemukan 50% siswa miskin kosa-kata, 80% tidak tahu pasti cara mengucapkan, 90% kesulitan menyusun kalimat. Menguasai kosakata tidak mudah. Ia perlu diucapkan berulang-ulang dan berlatih menyusunnya secara oral dan tulisan. Latihan menyusun kata-kata dalam percakapan dapat membentuk berbicara secara alami. Situasi ini perlu diciptakan dalam proses belajar. Strategi mengembangkan kosakata dapat dilakukan melalui banyak membaca, mendengar, mengucap-kan dan menuliskannya berulangkali.
Tampak negara tetangga—Malaysia— berada jauh di atas Indonesia, yang menempati peringkat 9.Adapun peringkat satu ditempati Norwegia. Negara di bawah Indonesia, di antaranya Ekuador, Cile, Vietnam, dan Thailand. Ironis memang, padahal bahasa Inggris memegang peranan penting dalam percaturan bisnis dan ekonomi di dunia. Berbagai masalah yang menyebabkan seseorang tidak bisa terampil untuk berbahasa inggris yaitu dikarenakan Confident speaking atau berbicara dengan percaya diri atau PeDe adalah kemampuan berbicara panjang tanpa rasa takut salah dalam menguraikan ide fikiran, gagasan dan informasi. Hasriati (2011) menemukan masalah ketidakmampuan mencapai tahap Confidence Speaking adalah tidak bisa mengingat kosakata dalam berbicara dan tidak mampu menyusun kata–kata menjadi kalimat yang benar dan bermakna, sehingga proses berkomunikasi berubah menjadi kaku dan tidak percaya (PeDe). Priyatno (2000), Parilah Shah (2000), Minah and Wong Fook (2000) dan Hasriati (2011) mengatakan kelupaan kosa-kata dan ketidakmampuan menyusun kosa-kata dalam kalimat disebabkan tidak terlatih berbicara panjang dalam bentuk menguraikan, memaparkan gagasan dan menyampaikan informasi. Dari kuisioner sampel Hasriati (2011) juga menemukan 50% siswa miskin kosa-kata, 80% tidak tahu pasti cara mengucapkan, 90% kesulitan menyusun kalimat. Menguasai kosakata tidak mudah. Ia perlu diucapkan berulang-ulang dan berlatih menyusunnya secara oral dan tulisan. Latihan menyusun kata-kata dalam percakapan dapat membentuk berbicara secara alami. Situasi ini perlu diciptakan dalam proses belajar. Strategi mengembangkan kosakata dapat dilakukan melalui banyak membaca, mendengar, mengucap-kan dan menuliskannya berulangkali.
Tujuan
Gagasan ini bertujuan agar terjadi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya bahasa inggris di era globalisasi sekarang. Selama ini, bahasa inggris belum dianggap penting untuk kebutuhan masyarakat padahal bahasa inggris merupakan ujung tombak yang dapat kita gunakan dalam kompetisi internasional. Namun tidak banyak orang yang mengetahui, bahwa bahasa inggris juga merupakan suatu tuntutan yang harus dipenuhi di era globalisasi ini, mengingat sekarang ini banyak perusahaan dan perkembangan teknologi yang lebih mengutamakan bahasa inggris sebagai keterampilan yang dianggap plus. Oleh karena itu, penulis ingin mengadakan adanya bimbingan, agar kemampuan bahasa inggris masyarakat Indonesia lebih terasah dan lancar.
Manfaat
Manfaat dari gagasan tertulis ini adalah :
1. Bagi penulis, menciptakan metode untuk menunjang masyarakat terampil menggunakan bahasa inggris.
2. Bagi anak dan masyarakat, diharapkan memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya bahasa inggris di era globalisasi ini.
3. Bagi pemerintah, diharapkan dapat menjadikan bahasa inggris sebagai sarana untuk meningkatkan kompetisi di dunia internasional.
GAGASAN
Fakta Mayarakat Indonesia Kurang Menguasai Bahasa Inggris
Beberapa pakar mengatakan, banyak orang-orang profesional atau pakar-pakar Indonesia hanya diam dan tidak dapat terlibat proaktif dalam acara-acara dan forum Internasional, kecuali mahasiswa jurusan bahasa Inggris (Lia Angelia dan Unika (2011). Paul Halim (2005) juga menemukan dalam pertemuan-pertemuan resmi dan eksekutif para profesional kita banyak sekali merasa ragu dalam mengemukakan pendapat bahkan ada kalanya bersikap pasif atau menjadi best listeners. Hasriati (2011) menemukan masalah ketidakmampuan mencapai tahap Confidence Speaking adalah; 1. tidak bisa mengingat kosakata dalam berbicara. 2. tidak mampu menyusun kata–kata menjadi kalimat yang benar dan bermakna, sehingga proses berkomunikasi berubah menjadi kaku dan tidak percaya (PeDe). Dari kuisioner sampel Hasriati (2011) juga menemukan 50% siswa miskin kosa-kata, 80% tidak tahu pasti cara mengucapkan, 90% kesulitan menyusun kalimat.
Bahasa Inggris yang dipergunakan sebagai bahasa pergaulan dunia, bukan hanya sebagai kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa, melainkan juga sebagai media komunikasi global. Namun, fakta berkata lain, kemampuan bahasa Inggris rata- rata orang Indonesia masih sangat rendah. Terdapat banyak alasan yang dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia dalam belajar BahasaInggris, seperti sulit dipelajari atau terlalu rumit, merasa Bahasa Inggris itu tidak terlalu penting, atau bagi orang yang sudah tua sudah terlambat untuk belajar Bahasa Inggris. Padahal Bahasa Inggris adalah bahasa yang sangat penting dan harus dikuasai oleh masyarakat dan tidak pandang usia, terutama bagi orang-orang yang sedang mencari pekerjaan atau pun yang sudah punya pekerjaan. Terbukti ketika masyarakat Indonesia dihadapkan pada sebuah situasi tertentu seperti pada saat melamar pekerjaan atau bahkan mencari beasiswa di mana dibutuhkan kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.
Usaha yang Telah Dilakukan
Pendidikan Nonformal
Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang terstruktur dan teroganisir diluar sekolah. Sengajasekolah nonformal diciptakan untuk melayani anak-anak yang tidak memungkinkan untuk bersekolah. Pendidikan ini tidak bersifat kaku, artinya mampu menyesuaikan dengan kondisi siswa dan lingkungan. Contohnya adalah bimbingan-bimbingan kursus bahasa inggris yang telah ada di Indonesia. Namun, sistem ini tidak dapat sepenuhnya terlaksana, karena biasanya bimbingan nonformal seperti ini menggunakan biaya yang relative mahal. Faktor tersebut biasanya yang membuat para orang tua enggan memberikan bimbingan kursus pada anak-anaknya.
ENGLISH Club
ENGLISH Club, merupakan lembaga pendidikan nonformal seperti macam model bimbingan BahasaInggris dengan menggunakan metode menarik yaitu musik dan film. Kedua media tersebut digunakan sebagai perantara untuk mengantarkan peserta bimbingan agar lancar berbahasa Inggris. Dengan menggunakan strategimelalui bantuan media musik dan fim dimana semua aplikasi tersebut dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Inggrisnya dengan lancar dan tidak rumit untuk dilakukan.
Aplikasi musik, yakni dengan menggunakan strategi musik, peserta bimbingan dapat dengan mudah mengingat dan menambah kosakata melalui lirik musik yang dinyanyikan. Setelah peserta bimbingan menghafal lirik musik, mereka dapat menuliskan lirik tersebut dalam catatan mereka dan setelah itu bisa dibahas dengan teman-teman lainnya. Kefasihan dalam mengucapkan kata-kata Bahasa Inggris seseorang juga dapat dilihat ketika peserta bimbingan menyanyikan lagu-lagu, sehingga akan terdengar apakah sudah mengucapkan tiap kata dengan fasih atau belum.
Aplikasi Film, yakni peserta bimbingan dapat melihat dan mendengarkan percakapan seseorang lewat tayangan film yang disajikan. Peserta dibentuk agar dapat memahami Bahasa Inggris melalui bantuan media film dengan menampilkan kosakat-kosakata yang berhubungan dengan aktivitas orang di film tersebut, dilengkapi dengan dialog, serta bagaimana penulisannya.
Melalui aplikasi-aplikasi yang diterapkan dalam bimbingan ini dapat menunjukkan pada anak bahwa mereka dapat berkreasi, tentunya dengan tidak membatasi apa yang akan mereka mainkan. Karena tugas pembimbing disini hanya sebatas memberi pengarahan dan bimbingan saja, bukan menentukan apa yang harus dilakukan. Karena hal itu dapat mengurangi minat anak. Pada akhir proses tersebut, para pembimbing dan bantuan masyarakat mengadakan sebuah kontes untuk menunjukan peningkatan confident speaking mereka setelah mengikuti bimbingan ini. Kontes ini dapat menjadi sarana anak untuk memberanikan diri dan lebih percaya diri dalam menunjukkan kemampuannya pada masyarakat.
Selain itu bimbingan ini diselenggarakan dengan tidak memungut biaya, karena pada dasarnya masih banyak orang Indonesia yang tidak sanggup dan enggan mengikuti bimbingan kursus bahasa inggris dikarenakan tarif untuk mengikuti bimbingan biasanya relative mahal
Peran Pihak yang Berpengaruh dalam Bimbingan Belajar
ENGLISH Club ini dapat berjalan dengan lancar apabila didukung oleh berbagai pihak. Berbagai pihak diharapkan dapat turut serta berpartisipasi guna tercapainya tujuan yang ingin dicapai dan sesuai rencana.Adapun pihak-pihak yang berpengaruh dalam proses bimbingan belajar ini yaitu:
Pemerintah
Keberadaan pemerintah dimaksudkan sebagai bentuk pelegalan atas keberadaan ENGLISH Club.Pemerintah juga berperan penting dalam sosialisasi rencana, agar mendapatkan dukungan dari berbagai pihakterutama meyakinkan masyarakat tentang ENGLISH Club.
Donatur
Bantuan para donatur yang bersedia untuk memenuhi keperluan dalam rencana ini, seperti tempat belajar, support secara materi fasilitas pendukung lainnya ataupun memberi santunan uang pada anak, untuk orang tua atau sekedar tabungan kepada peserta bimbingan. Keberadaan donatur sangat membantu dalam geliat ENGLISH Club terutama pada masalah finansial.
Orang Ternama yang Memiliki Pengalaman dengan Bahasa Inggris
Akan dibuat talkshow atau semacam bincang-bincang yang menghadirkan orang-orang ternama yang sebelumnya telah mengecap pengalaman lebih banyak di luar sana. Orang-orang ternama tersebut adalah mereka yang pernah merasakan pengalaman berkaitan dengan Bahasa Inggris, dapat menjadi motivator dengan menceritakan pengalaman hidup mereka hingga menjadi sukses dalam bidang yang menuntut Bahasa Inggris sebagai keahlian yang harus dipenuhi. Anak akan termotivasi, bahwa tidak ada yang tidak mungkin, dan mendorong mereka untuk bisa sukses, seperti orang-orang tersebut.
Masyarakat
Tidak sedikit masyarakat yang sudah mahir dalam Berbahasa Inggris. Maka diharapkan adanya partisipasi masyarakat, yang tentunya tanpa mengharapkan imbalan. Masyarakat di sini adalah bagi siapa saja yang bersedia secara sukarela untuk turut serta menjadi pembimbing di ENGLISH Club.
Anak –anak
Pihak terpenting demi terlaksananya rencana ini adalah anak-anak yang menjadi sasaran utama. Maka, perlu adanya pendekatan-pendekatan terhadap anak-anak usia dini hingga remaja, agar mereka bersedia mengikuti bimbingan ini. Perlunya penjelasan agar mereka berfikir bahwa bimbingan ini adalah sarana bagi anak-anak agar mahir dalam menerapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka di kehidupan sehari-hari.
Langkah-Langkah ENGLISH Club ( English Music and Film )
1. Akan diperkenalkan dua macam metode pembelajaran di dalam ENGLISH Club, yaitu metode musik dan film. Masing-masing dari metode tersebut mengharapkan hasil yang sama yaitu kemampuan berbahasa Inggris padaspeaking dan writing.
2. Peserta bimbingan akan dikategorisasikan apakah dia termasuk dalam metode musik atau film atau bahkan keduanya melalui serangkaian uji peminatan.
3. Peserta bimbingan akan dikategorisasikan apakah termasuk dalam metode bimbingan dengan musik, film, atau bahkan keduanya.
4. Disusun jadwal untuk masing-masing metode agar pertemuan bimbingan dapat dengan mudah diatur serta disusun pula materi apa yang akan disampaikan di setiap pertemuan.
5. Selanjutnya membagi peserta bimbingan dalam metode pembimbingan. Metode ini khusus untuk peserta dengan metode musik:
a. Peserta akan diperkenalkan lagu-lagu dengan lirik berbahasa Inggris. Melalui pengenalan lagu-lagu tersebut peserta diperkenalkan kata perkata dan arti pada masing-masing kata tersebut.
b. Selanjutnya peserta dibimbing untuk mengucapkan kata-kata di dalam lirik lagu berbahasa Inggris, peserta dibimbing turut serta menyanyikan lagu-lagu yang disajikan oleh para pembimbing. Hal ini sebagai latihan pengucapan, pelafalan atau lebih dikenal dengan keterampilan speaking.
c. Pada tingkatan selanjutnya peserta diharapkan dapat mengeja huruf demi huruf di dalam kata-kata lirik lagu dan dapat menuliskannya. Hal ini sebagai latihan keterampilan writing.
d. Melalui bekal kata-kata berbahasa Inggris yang telah didapat, selanjutnya peserta dapat merangkaikan kata-kata bahasa Inggris menjadi lirik baru sebagai lagu ciptaan mereka.
e. Pada saat tugas akhir, peserta dapat menampilkan lagu ciptaan mereka atau dapat menyanyikan lagu orang lain yang sudah ada. Penilaian bukan berdasarkan angka, namun panggung yang akan menilai penampilan mereka atas reaksi atau respon dari penonton.
6. Metode ini khusus untuk peserta dengan metode film:
a. Peserta bimbingan akan disuguhkan film-film berbahasa Indonesia namun pada kata-kata tertentu akan muncul sebuah kata berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris.
b. Pada tingkatan selanjutnya peserta akan diperkenalkan film dengan berdialog menggunakan bahasa Inggris. Pada setiap kata tertentu akan ditampilkan repetisi atau pengulangan kata sehingga peserta akan tahu arti dari kata A di dalam Bahasa Inggris memiliki arti A dalam Bahasa Indonesia.
c. Setelah menonton film, peserta diharapkan dapat menuliskan kata-kata yang muncul di dalam film. Hal ini sebagai keterampilan writing.
d. Setelah menonton film pula, peserta dibimbing untuk dapat melakukan aktivitas berdialog atau conversation dengan teman di dalam kelompok tersebut. Hal ini sebagai keterampilan speaking.
e. Pengembangan lebih lanjut, peserta dapat menuliskan atau menyusun cerita, narasi, dongeng atau pengalaman sebagai pengembangan dari keterampilan writing.
f. Pada tugas akhir, peserta dengan metode film akan tampil dengan menampilkan sebuah drama atau teater berbahasa Inggris. Dapat menampilkan secara berkelompok dan menggunakan cerita karangan pribadi atau dengan mendramakan cerita di dalam film yang sebelumnya pernah mereka tonton. Penilaian berdasarkan respon dari penonton.
KESIMPULAN
Inti Gagasan
ENGLISH Club adalah rencana dalam mendidik dan mengajarkan anak usia dini hingga remaja untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris. Serta membimbing anak untuk mengaplikasikan kemapuan bahasa inggris mereka dalam kehidupan masyarakat, dengan harapan agar anak dapat mulai memikirkan masa depan mereka. Agar menjadi orang yang sukses dan bisa berkompetisi di dunia Internasional.
Prediksi Hasil Gagasan
Dengan bantuan sosialisasi dari pemerintah, rencana ini akan mendapat dukungan penuh dan kepercayaan dari berbagai pihak. Dengan kepercayaan itulah, bantuan donatur dan partisipasi masyarakat akan secara otomatis ikut membantu pelaksanaan. Hingga dipastikan rencana ini akan berjalan dengan baik. Dan tingkat kemampuan berbahasa inggris di Indonesia dapat mencapai pengurangan drastis dari tahun ke tahun.
Berikut ini hasil dokumentasi kegiatan pembelajaran English Club di SMP Negeri 2 Bengkalis, yang di Bimbing oleh Bapak Amir Faisal, S,Pdi.
Fisrt Activity ( Kegiatan Pertama )
The Second Activity ( Kegiatan kedua )
Pada kegiatan kedua ini, siswa di harapkan mampu menyampaikan sebuah pidato Berbahasa Inggris di depan kelas dengan dibawah bimbingan dan arahan Guru Bahasa Inggrisnya, Pada Saat performance English time for speaking english speak. Siswa di tuntut dengan serius agar menampilkan dan menyampaikan pidato Berbahasa Inggris dengan baik dan benar sesuai dengan tuntutan yang merupakan sebuah keharusan dalam sebuah penilaian berpidato berbahasa inggris.
Dengan hadir nya english club di tengah-tengah keberadaan para siswa dan guru SMP Negeri 2 Bengkalis ini, di harapkan mampu memberikan motivasi dan support kepada seluruh siswa/i khusus nya di SMP Negeri 2 Bengkalis ini agar senantiasa untuk terus mengembangkan dan menggali potensi bahasa inggrisnya, agar bisa bersaing dan mengikuti perkembangan era global. Dimana keberadaan bahasa inggris sebagai bahasa international ( Internationa Language 0r foreign Language ) sangat di tuntut kepada seluruh generasi muda dan tua agar mampu mengaplikasikan bahasa inggris dalam tindak dan tutur sehari-hari.
Demikianlah postingan fun with english club SMP Negeri 2 Bengkalis ini di publikasikan, mudah-mudahan memberikan sumber ilmu pengetahuan dan kontribusi bagi kita semua dalam mengembangkan skill bahasa inggris kita.
Posted By : Mr. AMIR FAISAL, S.PdI

